A. Gangguan Simetris
Bila terjadi gangguan pada sistem tenaga listrik, maka besarnya arus gangguan akan tergantung kepada tegangan induksi (e.m.f) mesin-mesin pada jaringan, impedansi-impedansi mesin dan impedansi dalam jaringan itu di antara mesin dengan titik gangguan tersebut.
Arus yang mengalir dalam suatu mesin serempak segera setelah terjadinya gangguan, yang mengalir beberapa putaran (cycle) kemudian dan yang bertahan (sustained) atau keadaan tetap, nilai arus gangguannya berbeda cukup banyak karena pengarus arus jangkar pada flux yang membangkitkan tegangan dalam mesin itu.
Tujuan analisis ganguan (hubung singkat) adalah: Menentukan arus dan tegangan maksimum dan minimum pada bagian-bagian/titik-titik tertentu dari sistem tenaga listrik untuk jenis gangguan yang mungkinterjadi, sehingga dapat ditentukan pola pengamanan, relay dan pemutus (Circuit Breaker) untuk mengamankan peralatan dan sistem dari keadaan abnormal dalamwaktu seminimal mungkin.
Bila pada suatu jala-jala terjadi gangguan, arus yang mengalir akan ditentukanoleh gaya gerak listrik (internal emf) dari mesin pada jala-jala, impedansi-impedansinya, dan impedansi- impedansi pada jala-jala antara mesin-mesin dan titik tempat terjadinya ganguan tersebut.Perhitungan arus ganguan pada periode-periode yang berlainan dalammenjelaskan perubahan- perubahan dalam reaktansi dan tegangan pada suatu mesinserempak pada saat arus berubah dari nilai mulanya karena timbulnya suatu ganguan ke nilai keadaan tetapnya.
B. Keadaan Peralihan Dalam Rangkaian R-L Seri
Pemilihan suatu pemutus tenaga (PHT/circuit breaker) untuk sistem tenaga, tidak hanya tergantung kepada arus yang mengalir dalam pemutus hingga pada keadaan operasi normal saja tetapi juga tergantung kepada arus maksimum yang mengalir sesaat dan arus yang harus diputus (disela) pada tegangan saluran dimana PMT itu dipasangkan.Untuk mendekati masalah perhitungan arus awal bila suatu generator dihubung singkat, kita tinjau suatu rangkaian yang mengandung nilai-nilai resistansi dan induktansi bila diterapkan kesuatu tegangan arus bolak-balik.
Misalnya tegangan yang dipasangkan:
Vmax. Sin ( t +  )
Dimana : t = nol pada saat tegangan dikenakan maka  menentukan besar tegangan pada saat rangkaian tertutup.
Bila tegangan sesaat nol dan meningkat dengan arah positif pada saat dikenakan dengan menutup sebuah sakelar,  = 0 Bila tegangan pada nilai sesaat maksimumnya yang positif,  adalah /2.
C. Arus Hubung Singkat dan Reaktansi Mesin Sinkron
Dalam suatu mesin sinkron (seremoak), flux diantara celah udara pada mesin itu jauh lebih besar saat hubung singkat terjadi daripada yang terdapat beberapa putaran kemudian.Bila suatu hubung singkat terjadi pada kutub-kutub mesin sinkron, diperlukan waktu untuk pengurangan flux diantara celah udara itu.Pada saat plux mengecil, arus jangkar berkuran karena tegangan yang dibangkitkan oleh flux celah udara menentukan arus yang mengalir melalui resistensi dan reaktansi bocor pada kumparan jangkar.
Arus yang mengalir bila suatu generator dihubung singkat serupa dengan yang mengalir bila suatu tegangan bolak-balik tiba-tiba diterapkan ke suatu rangkaian yang terdiri dari sebuah resistensi dan reaktansi yang dihubung seri. Tetapi terdapat perbedaan-perbedaan penting karena arus dalam jangkar mempengaruhi medan yang berputar.
Dalam perhitungan arus hubung singkat pada suatu system tenaga dapat didefinisikan dari Gbr. 2.3.Arus-arus dan reaktansi-reaktansi didefinisikan oleh persamaan-persamaan berikut, yang berlaku untuk suatu generator yang bekerja tanpa beban sebelum suatu gangguan tiga fasa terjadi pada kutub-kutubnya.