Pendidikan Dalam Sebuah Sistem Keilmuan

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang

 

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Dengan kata lain ilmu sesuatu yang didapat manusia selama hidupnya yang dapat berupa pengalaman, pemahaman terhadaap sesuatu dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi pola pikir manusia dalam menjalani kehidupannya.

Sistem keilmuan yaitu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk memperoleh ilmu. Pendidikan adalah suatu bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap dalam mengahdapi perjalanan hidupnya. Dalam sebuah sistem keilmuan pendidikan memiliki peranan yang sangat penting yaitu terletak pada tahap awal dalam sistem keilmuan. Untuk memperoleh suatu ilmu seseorang pasti melalui pendidikan terlebih dahulu. Pendidikan  yang diperoleh seorang manusia dapat berupa pendidikan formal dan non formal.

Dalam kehidupannya seorang manusia belajar dan belajar guna mendapatkan ilmu yang dapat  berguna untuk menghadapi hidup ke depan. Kegiatan belajarnya seorang manusia tersebut dapat di sebut sebagai pendidikan. Oleh karena itu pendidikan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari sistem keilmuan karena seseorang memperoleh ilmu hanya dari pendidikan yang bisa berupa pendidikan formal atau non formal.

B. Rumusan Masalah

  1. Pengertian pendidikan
  2. Pendidikan sebagai disiplin ilmu pendidikan
    1. Tujuan ilmu pendidikan
    2. Orientasi ilmu pendidikan
    3. Ruang lingkup ilmu pendidikan
    4. Urgensitas  ilmu pendidikan untuk profesionalisme guru
    5. Urgensitas  ilmu pendidikan untuk kemajuan masyarakat

C. Tujuan Penulisan

  1. Mendeskripsiakan pengertian pendidikan
  2. Mendeskripsiakan maksud pendidikan sebagai disiplin ilmu pendidikan
    1. Mendeskripsiakan tujuan ilmu pendidikan
    2. Mendeskripsiakan orientasi ilmu pendidikan
    3. Mendeskripsiakan ruang lingkup ilmu pendidikan
    4. Mendeskripsiakan Urgensitas  ilmu pendidikan untuk profesionalisme guru
    5. Mendeskripsiakan Urgensitas  ilmu pendidikan untuk kemajuan masyarakat

D. Manfaat Penulisan

  1. Bagi dosen

Dapat dijadikan sebagai bahan ajar mata kuliah pengantar pendidikan.

  1. Bagi Mahasiswa

Untuk menambah pengetahuan tentang pendidikan dan sistem keilmuan

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.    Pengertian pendidikan, ta’lim,ta’dib dan tarbiyah

 

Pendidikan adalah suatu bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap dalam mengahdapi perjalanan hidupnya.

  1. 1.      Ta’lim

Secara bahasa berarti pengajaran (masdar dari ‘alama-yu’alimu-ta’liman), secara istilah berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Abdul Fattah Jalal, ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya ( ketrampilan). Mengacu pada definisi ini, ta’lim, berarti adalah usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga mati untuk menuju dari posisi ‘tidak tahu’ ke posisi ‘tahu’ seperti yang digambarkan dalam surat An Nahl ayat 78, “dan Allah mengeluarkan dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”.

  1. 2.      Ta’dib

Merupakan bentuk masdar dari kata addaba-yuaddibu-ta’diban, yang berarti mengajarkan sopan santun. Sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar. Menurut Sayed Muhammad An-Nuquib Al-Attas, kata ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan-Nya. Definisi ini, ta’dib mencakup unsur-unsur pengetahuan (ilmu), pengajaran (ta’lim), pengasuhan (tarbiyah). Oleh sebab itu menurut Sayed An-Nuquib Al Attas, tidak perlu mengacu pada konsep pendidikan dalam Islam sebagai tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib sekaligus. Karena ta’dib adalah istilah yang paling tepat dan cermat untuk menunjukkan dalam arti Islam.
3. Tarbiyah

Tarbiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti pendidikan, sedangkan orang yang mendidik dinamakan Murobi. Secara umum, tarbiyah dapat dikembalikan kepada 3 kata kerja yg berbeda, yakni:

  1. Rabaa-yarbuu yg bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
  2. Rabiya-yarbaa yg bermakna nasya-a, tara’ra-a, artinya tumbuh.
  3. Rabba-yarubbu yg bermakna aslahahu, tawallaa amrahu, sasa-ahuu, wa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).

Makna tarbiyah adalah sebagai berikut:

  1. Proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
  2. Kegiatan yg disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan (tidak membosankan).
  3. Menyempurnakan fitrah kemanusiaan, memberi kesenangan dan kemuliaan tanpa batas sesuai syariat Allah SWT.
  4. Proses yg dilakukan dengan pengaturan yg bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yg mudah kepada yg sulit.
  5. Mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yg mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Kegiatan yg mencakup pengembangan, pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan, dan perasaan memiliki terhadap anak.
  7. Tarbiyah terdiri atas (1) Tarbiyah Khalqiyyat, yakni pembinaan dan pengembangan jasad, akal, jiwa, potensi, perasaan dengan berbagai petunjuk, dan (2) tarbiyah diiniyyat tahdzibiyyat, pembinaan jiwa dengan wahyu untuk kesempurnaan akal dan kesucian jiwa menurut pandangan Allah SWT.

Menurut pengertian di atas, tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya. Analisis perbandingan antara konsep ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah

Istilah ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu analisa. Jika ditinjau dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya, namun apabila dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain, yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak. Dalam ta’lim, titik tekannya adalah penyampain ilmu pengetahuan yang benar, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah kepada anak. Oleh karena itu ta’lim di sini mencakup aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan yang di butuhkan seseorang dalam hidupnya dan pedoman perilaku yang baik. Sedangkan pada tarbiyah, titik tekannya difokuskan pada bimbingan anak supaya berdaya (punya potensi) dan tumbuh kelengkapan dasarnya serta dapat berkembang secara sempurna. Yaitu pengembangan ilmu dalam diri manusia dan pemupukan akhlak yakni pengalaman ilmu yang benar dalam mendidik pribadi.
Adapun ta’dib, titik tekannya adalah pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik.
Denga pemaparan ketiga konsep di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ketiganya mempunyai satu tujuan dalam dunia pendidikan yaitu menghantarkan anak didik menjadi yang “seutuhnya”, perfect man, sehingga mampu mengarungi kehidupan ini dengan baik. waAllahu ‘alam

  1. B.     Pendidikan sebagai Disilplin Ilmu Pendidikan

Pada penjelasan point B telah dijelaskan secara singkat mengenai Pendidikan sebagai system. Dalam penjelasan point ini akan dibahas bahwa pendidikan sebagai disiplin ilmu pendidikan yang berarti  bahwa di dalam tujuan pendidikan nasional secara umum adalah bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Disinilah diperlukannya tenaga pendidik yang berkualitas dalam rangka menyukseskan tujuan pendidikan nasional. Disinilah peran dari pendidikan dijadikan sebagai sebuah subsistem dari ilmu pendidikan itu sendiri. Karena, sang pendidik akan di ajarkan mengenai teori-teori tentang pendidikan yang tercakup dalam sebuah system ilmu pendidikan.

 

  1. C.     Tujuan Ilmu Pendidikan

Telah dipaparkan dalam pembahasan di atas bahwasanya tujuan pendidikan terdapat beberapa definisi, sedangkan tujuan ilmu pendidikan adalah dalam rangka untuk membentuk pola pikir dan karakter sang pendidik guna mendidik para peserta didik agar tujuan pendidikan dapat terlaksana dengan baik dan optimal, disinilah tujuan dari ilmu pendidikan itu sendiri.

 

  1. D.    Orientasi Pendidikan

Pendidikan bukanlah semata-mata pembelajaran, namun pendidikan sangat berkaitan pula dengan seluruh aspek kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya sekedar membuat peserta didik pandai menghapal tetapi yang lebih penting ialah menjadikannya sebagai manusia, atau dalam istilah Driyakarya, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses hominisasi dan proses humanisasi seseorang dalam kehidupan keluarga, masyarakat yang berbudaya kini dan masa depan.

  1. 1.      Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.

2.    Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

3.     Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara

Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

4.     Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

 

  1. E.     Ruang lingkup ilmu pendidikan

Pendidikan sebagai ilmu yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak segi-segi atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan adalah sebagai berikut :

  1. Perbuatan mendidik itu sendiri. Maksudnya adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu menghadapi/mengasuh anak didik.
  2. Anak didik

Yaitu merupakan obyek terpenting dalam pendidikan.

  1. Dasar dan tujuan pendidikan islam

Yaitu landasan yang menjadi fundament dan sumber dari segala kegiatan pendidikan yang dilakukan

  1. Pendidik
    Yaitu subyek yang melakukan pendidikan .
  2. Materi Pendidikan Islam

Yaitu bahan-bahan, atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama.

  1. Metode Pendidikan

Yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan kepada anak didik

  1. Evaluasi Pendidikan

Yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik

  1. Alat-alat pendidikan

Yaitu alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan agar tujuan pendidikan tersebut lebih berhasil

  1.  lingkungan sekitar

Yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan.

 

  1. F.     Urgensitas  ilmu pendidikan untuk profesionalisme guru

Guru sebagai pendidik adalah seorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa. Tinngi rendahnya kebudayaan masyarakat, maju atau mundurnya tingkat kebudayaan suatu masyarakat dan negara sebagian besar bergantung pada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru.

Jurnal terkemuka manajemen pendidikan, Educational Leadership edisi Maret 1983, untuk menjadi profesional, seorang guru dituntut memiliki lima hal, yaitu:

  1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya, berarti komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa.
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya pada siswa.
  3. Guru bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan melalui perilaku siswa sampai tes hasil belajar.
  4. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamnya.
  5. Guru merupakan bagian dari masyarakat, belajar dalam lingkungan profesinya, misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya.

Untuk mencapai kelima hal tersebut seorang guru harus mempelajari tenatng ilmu pendidikan. Sehingga ilmu pendidikan sangatlah penting untuk menunjang profesionalisme guru.

 

 

  1. G.    Urgensitas  ilmu pendidikan untuk kemajuan masyarakat

Pendidikan itu identik dengan kehidupan bangsa dan negara, yang menjadikan suatu negara itu memiliki bangsa, daerah bahkan golongan adalah suatu masyarakat. Masyarakat adalah orang – orang yang berdiam di suatu daerah yang memiliki karakteristik yang sama , memiliki rasa senasib sependeritaan yang hidup dengan bahasa yang sama dan berdiam dalam satu wilayah Negara. Mengapa pendidikan sangat penting dalam masyarakat ,kita ambil dari sebuah kata yaitu pendidik, didikan dan didik .Pendidik adalah orang yang mengajari bahkan orang yang memiliki ilmu yang lebih luas yang kehidupannya semua dan pekerjaannya bertujuan untuk mengajari orang – orang agar lebih baik dari dia. Didik adalah diatur, dibina untuk menjadi mengerti hal yang awalnya belum dimengerti . Didikan adalah suatu bentuk pengajaran yang diberikan kepada anak didiknya. Deari situ kita tau bahwa yang melaksanakan hal tersabut adalah masyarakat. Setiap masyarakat tersebut dihimbau untuk dididik oleh para pendidik supaya masyarakat tersebut tidak ketinggalan bahkan tidak berdiam dalam kebodohan.

Pentingnya pendidikan dalam kehidupan masyuarakat dikarenakan , bertambah majunya ilmu pengetahuan pada saat ini, dan perkembangan jaman yang sangat pesat, sehingga sama – sama semua elemen bangsa dan negara yang di sebut dengan masyarakat bersaatu , maju dan berjuang untuk lebih baik. Maka dengan demikian Pendidikan hal yang sangat wajar kita dapatkan.

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Sistem keilmuan yaitu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk memperoleh ilmu. Pendidikan adalah suatu bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap dalam mengahdapi perjalanan hidupnya. Dalam sebuah sistem keilmuan pendidikan memiliki peranan yang sangat penting yaitu terletak pada tahap awal dalam sistem keilmuan. Untuk memperoleh suatu ilmu seseorang pasti melalui pendidikan terlebih dahulu. Pendidikan  yang diperoleh seorang manusia dapat berupa pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan bukanlah semata-mata pembelajaran, namun pendidikan sangat berkaitan pula dengan seluruh aspek kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya sekedar membuat peserta didik pandai menghapal tetapi yang lebih penting ialah menjadikannya sebagai manusia

Pendidikan sangatlah penting bagi seorang pengajar dan masyarakat. Melalui pendidikan seorang pengajar dapat mengajarkan ilmunya kepada anak didiknya yang selanjutnya ilmu tersebut dapat di pakai dalam kehidupan bermasyarakat.

 

DAFTAR RUJUKAN

Prasetyo,Rony 2010.Pendidikan Dalam Sebuah Sistem Keilmuan (http://blitarbersatu.blogspot.com)

Anonim. 2011. Pengertian Pendidikan(http://wawan-satu.blogspot.com)

Redja Mudyahardjo. (2001) Pengantar Pendidikan : Sebuah Studi Awal tentang Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Perkasa.

Ibrahim,Ibnu Hajar.2010.Orientasi Pendidikan di